Daftar Blog Saya

Tampilkan postingan dengan label tugas.sumber internet. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tugas.sumber internet. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 19 November 2011

Systems Development LifeCycle (SDLC) Five Phases

SDLC memiliki lima tahap: Tahap Perencanaan, tahap analisa, tahap desain, tahap Implementasi, dan PemeliharaanPlanningEdit
Tahap Perencanaan adalah tahap pertama dari SDLC. Selama fase ini, kelompok yang bertanggung jawab untuk menciptakan sistem yang pertama harus menentukan sistem apa yang harus dilakukan untuk organisasi (persyaratan pengumpulan). Seringkali ini berarti mengajukan pertanyaan seperti ...

    
Apa yang kita membutuhkan sistem ini?
    
Apa yang akan lakukan untuk sistem organisasi?
    
Bagaimana kita akan membuat sistem ini?
Selama fase awal, sumber daya (sumber daya manusia dan teknologi) diletakkan bersama-sama dan rencana proyek yang dibuat oleh manajer proyek.AnalysisEdit
Fase Analisis adalah fase kedua dari SDLC dan adalah ketika kelompok yang telah ditempatkan bertanggung jawab atas proyek harus memutuskan apakah proyek tersebut harus pergi ke depan dengan sumber daya yang tersedia. Ini juga termasuk melihat setiap sistem yang ada untuk melihat apa yang dilakukannya bagi organisasi dan seberapa baik sistem yang melakukan pekerjaan itu. Kelayakan proyek juga dianggap, dan kelompok harus mengajukan pertanyaan seperti ...

    
Dapatkah sistem ini dibuat dengan sumber daya (dan anggaran) kita telah tersedia?
    
Apakah sistem ini secara signifikan meningkatkan organisasi?
    
Apakah sistem lama bahkan perlu diganti?
DESIGNEdit
Tahap Desain adalah fase ketiga dari SDLC dan ini melibatkan penciptaan aktual dan desain sistem. Ini melibatkan menempatkan potongan-potongan yang berbeda yang akan membuat sistem. Dalam pendekatan database, ini akan mencakup ...

    
Server hosting database
    
Perangkat lunak yang akan membentuk database (Access, Oracle, mySQL, dll)
    
Lainnya yang dibutuhkan DBMS (DataBase Management System) perangkat lunak
ImplementationEdit
Tahap Implementasi adalah tahap akhir dari SDLC dan ini melibatkan aktual konstruksi dan instalasi dari sebuah sistem. Fase ini juga mencakup pemeliharaan sistem dan pembaruan masa depan atau perluasan sistem. Dengan contoh proyek database, kegiatan berikut akan umum:

    
Fisik instalasi server hosting database
    
Instalasi database ke sistem
    
Instalasi Sistem Manajemen Database
    
Inisialisasi dan operasi terus menerus dari database dan DBMS
    
Mempertahankan hardware dan software database hosting yang
    
Memperbarui perangkat keras (hard drive fisik, dll) dan software (DBMS) yang dibutuhkan
    
Setiap ekspansi masa depan database.
Fase ini adalah fase terpanjang karena tidak memiliki titik akhir yang ditetapkan, dengan pengecualian dari akhir sistem dan penggunanya (Amazon menutup, Google menyebutnya berhenti, dll). dan booMaintenanceEdit
Administrator database harus siap untuk melakukan kegiatan pemeliharaan rutin dalam database. Beberapa kegiatan yang diperlukan pemeliharaan berkala meliputi:

    
Pencegahan pemeliharaan (cadangan). Korektif pemeliharaan (pemulihan).

    
Adaptif pemeliharaan (meningkatkan kinerja, menambahkan entitas dan atribut, dan sebagainya).

    
Penugasan izin akses dan pemeliharaan mereka bagi pengguna baru dan lama.

    
Generasi statistik akses database untuk meningkatkan efisiensi dan kegunaan audit sistem dan untuk memantau kinerja sistem.

    
Keamanan periodik audit didasarkan pada sistem yang dihasilkan statistik.

    
Periodik (bulanan, kuartalan, atau tahunan) sistem penggunaan ringkasan tagihan internal atau tujuan penganggaran.

Perbedaan Internet dengan Intranet serta Extranet

INTERNET

Internet yang berasal dari kata Interconnection Networking yang mempunyai arti hubungan komputer dengan berbagai tipe yang membentuk sistem jaringan yang mencakup seluruh dunia (jaringan komputer global) dengan melalui jalur telekomunikasi seperti telepon, radio link, satelit dan lainnya.

Dalam mengatur integrasi dan komunikasi jaringan komputer ini digunakan protokol yaitu TCP/IP. TCP (Transmission Control Protocol) bertugas memastikan bahwa semua hubungan bekerja dengan benar, sedangkan IP (Internet Protocol) yang mentransmisikan data dari satu komputer ke komputer lain. TPC/IP secara umum berfungsi memilih rute terbaik transmisi data, memilih rute alternatif jika suatu rute tidak dapat di gunakan, mengatur dan mengirimkan paket-paket pengiriman data.

Untuk dapat ikut serta menggunakan fasilitas Internet, biasanya Anda harus berlangganan ke salah satu ISP (Internet Service Provider) yang ada di kota Anda. ISP ini biasanya disebut penyelenggara jasa internet ataupun Anda dapat menggunakan fasilitas dari Telkom yakni Telkomnet Instan.

Dengan memanfaatkan internet, pemakaian komputer di seluruh dunia dimungkinkan untuk salingberkomunikasi dan pemakaian bersama informasi dengan cara saling kirim e-mail, menghubungkan ke komputer lain, mengirim dan menerima file, membahas topik tertentu pada newsgroup dan lain-lain.

INTRANET

Intranet adalah sebuah jaringan komputer berbasis protokol TCP/IP seperti internet hanya saja digunakan dalam internal perusahaan, kantor, bahkan warung internet (WARNET) pun dapat di kategorikan Intranet. Antar Intranet dapat saling berkomunikasi satu dengan yang lainnya melalui sambungan Internet yang memberikan tulang punggung komunikasi jarak jauh. Akan tetapi sebetulnya sebuah Intranet tidak perlu sambungan luar ke Internet untuk berfungsi secara benar. Intranet menggunakan semua protocol TCP/IP Protokol TCP/IP, alamat IP, dan protokol lainnya), klien dan juga server. Protokol HTTP dan beberapa protokol Internet lainnya (FTP, POP3, atau SMTP) umumnya merupakan komponen protokol yang sering digunakan. sebuah intranet dapat dipahami sebagai sebuah "versi pribadi dari jaringan Internet", atau sebagai sebuah versi dari Internet yang dimiliki oleh sebuah organisasi.

Jika sebuah badan usaha / bisnis / institusi mengekspose sebagian dari internal jaringannya ke komunitas di luar, hal ini di sebut ekstranet. Memang biasanya tidak semua isi intranet di keluarkan ke publik untuk menjadikan intranet menjadi ekstranet. Misalnya kita sedang membeli software, buku dll dari sebuah e-toko, maka biasanya kita dapat mengakses sebagian dari Intranet toko tersebut. Badan usaha / perusahaan dapat memblokir akses ke intranet mereka melalui router dan meletakan firewall. Firewall adalah sebuah perangkat lunak / perangkat keras yang mengatur akses seseorang kedalam intranet. Proteksi dilakukan melalui berbagai parameter jaringan apakah itu IP address, nomor port dll. Jika firewall di aktifkan maka akses dapat dikontrol sehingga kita hanya dapat mengakses sebagian saja dari Intranet perusahaan tersebut yang kemudian dikenal sebagai extranet.

EXTRANET

Extranet atau Ekstranet adalah jaringan pribadi yang menggunakan protokol internet dan sistem telekomunikasi publik untuk membagi sebagian informasi bisnis atau operasi secara aman kepada penyalur (supplier), penjual (vendor), mitra (partner), pelanggan dan lain-lain.

Extranet dapat juga diartikan sebagai intranet sebuah perusahaan yang dilebarkan bagi pengguna di luar perusahaan. Perusahaan yang membangun extranet dapat bertukar data bervolume besar dengan EDI (Electronic Data Interchange), berkolaborasi dengan perusahaan lain dalam suatu jaringan kerjasama dan lain-lain.

System Development Life Cycle (SDLC)

SDLC adalah tahapan-tahapan pekerjaan yang dilakukan oleh analis sistem dan programmer dalam membangun sistem informasi. Langkah yang digunakan meliputi :
1. Melakukan survei dan menilai kelayakan proyek pengembangan sistem informasi
2. Mempelajari dan menganalisis sistem informasi yang sedang berjalan
3. Menentukan permintaan pemakai sistem informasi
4. Memilih solusi atau pemecahan masalah yang paling baik
5. Menentukan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software)
6. Merancang sistem informasi baru
7. Membangun sistem informasi baru
8. Mengkomunikasikan dan mengimplementasikan sistem informasi baru
9. Memelihara dan melakukan perbaikan/peningkatan sistem informasi baru bila diperlukan
System Development Lyfe Cycle (SDLC) adalah keseluruhan proses dalam membangun sistem melalui beberapa langkah. Ada beberapa model SDLC. Model yang cukup populer dan banyak digunakan adalah waterfall. Beberapa model lain SDLC misalnya fountain, spiral, rapid, prototyping, incremental, build & fix, dan synchronize & stabilize.
Dengan siklus SDLC, proses membangun sistem dibagi menjadi beberapa langkah dan pada sistem yang besar, masing-masing langkah dikerjakan oleh tim yang berbeda.
Dalam sebuah siklus SDLC, terdapat enam langkah. Jumlah langkah SDLC pada referensi lain mungkin berbeda, namun secara umum adalah sama. Langkah tersebut adalah
1. Analisis sistem, yaitu membuat analisis aliran kerja manajemen yang sedang berjalan
2. Spesifikasi kebutuhan sistem, yaitu melakukan perincian mengenai apa saja yang dibutuhkan dalam pengembangan sistem dan membuat perencanaan yang berkaitan dengan proyek sistem
3. Perancangan sistem, yaitu membuat desain aliran kerja manajemen dan desain pemrograman yang diperlukan untuk pengembangan sistem informasi
4. Pengembangan sistem, yaitu tahap pengembangan sistem informasi dengan menulis program yang diperlukan
5. Pengujian sistem, yaitu melakukan pengujian terhadap sistem yang telah dibuat
6. Implementasi dan pemeliharaan sistem, yaitu menerapkan dan memelihara sistem yang telah dibuat
Siklus SDLC dijalankan secara berurutan, mulai dari langkah pertama hingga langkah keenam. Setiap langkah yang telah selesai harus dikaji ulang, kadang-kadang bersama expert user, terutama dalam langkah spesifikasi kebutuhan dan perancangan sistem untuk memastikan bahwa langkah telah dikerjakan dengan benar dan sesuai harapan. Jika tidak maka langkah tersebut perlu diulangi lagi atau kembali ke langkah sebelumnya.
Kaji ulang yang dimaksud adalah pengujian yang sifatnya quality control, sedangkan pengujian di langkah kelima bersifat quality assurance. Quality control dilakukan oleh personal internal tim untuk membangun kualitas, sedangkan quality assurance dilakukan oleh orang di luar tim untuk menguji kualitas sistem. Semua langkah dalam siklus harus terdokumentasi. Dokumentasi yang baik akan mempermudah pemeliharaan dan peningkatan fungsi sistem